Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro mencatatkan capaian positif dalam upaya pelestarian lingkungan dengan menanam sebanyak 23.410 bibit pohon di seluruh wilayah kabupaten sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas ekosistem dan mengendalikan dampak perubahan iklim.
Sekretaris DLH Kabupaten Bojonegoro, Benny Subiakto, menjelaskan bahwa program penanaman ini dilakukan secara bertahap dan tersebar di 28 kecamatan. "Penanaman ini melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah desa dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus kami adalah kawasan rawan erosi, bantaran sungai, serta ruang terbuka hijau," ujar Benny dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data DLH, Kecamatan Bojonegoro menjadi wilayah dengan jumlah penanaman tertinggi yakni sebanyak 10.635 batang, disusul Kecamatan Kapas (3.898 batang), dan Kecamatan Sumberrejo (2.270 batang). Selain wilayah perkotaan, penghijauan juga menyasar kecamatan lain seperti Padangan, Temayang, Margomulyo, Kanor, hingga Gayam.
Total Bibit Ditanam: 23.410 batang.
Cakupan Wilayah: 28 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Lokasi Tertinggi:
Kecamatan Bojonegoro: 10.635 batang.
Kecamatan Kapas: 3.898 batang.
Kecamatan Sumberrejo: 2.270 batang.
Bibit yang ditanam berasal dari pembibitan mandiri DLH yang mencakup berbagai kategori:
Tanaman Keras & Peneduh: Trembesi, Ketepeng Kencana, Flamboyan, Bungur, Tabebuya, dan Tanjung.
Tanaman Hias & Penutup Lahan: Pucuk Merah, Asoka Jepang, Palem, hingga rumput gajah untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Keberhasilan program ini juga didorong oleh partisipasi aktif masyarakat sipil. Salah satunya adalah Alas Institute yang berkolaborasi dengan pesilat SH Terate Rayon Semanding untuk menanam sekitar 200 pohon jenis beringin dan trembesi di bantaran sungai setempat.
"Kami berharap pohon-pohon yang telah ditanam ini dapat tumbuh optimal sehingga memberikan manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun estetika bagi masyarakat Bojonegoro," tambah Benny.
Kegiatan penanaman terakhir pada tahun 2025 dilaksanakan di Desa Ngradin, Kecamatan Padangan pada bulan Desember, sebagai penutup rangkaian program penghijauan tahunan tersebut.[wa]
|
|
|
|
|
Sangat Puas
88 % |
Puas
6 % |
Cukup Puas
3 % |
Tidak Puas
3 % |