BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Gerakan Suka Menanam di Lapangan Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kamis (30/7/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menjaga sumber mata air, mengurangi dampak kekeringan, sekaligus memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik.
Kegiatan penghijauan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dan diikuti sekitar 300 peserta. Turut hadir Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah beserta jajaran, Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto, unsur Forkopimcam Sukosewu, Pemerintah Desa Pacing, tokoh masyarakat, serta keterlibatan generasi muda dari unsur siswa/guru SD dan Pramuka Saka Kalpataru.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, jumlah desa terdampak kekeringan di Bojonegoro mencatatkan penurunan signifikan dari 92 desa menjadi 72 desa. Kendati demikian, intervensi lingkungan tetap dibutuhkan karena mayoritas desa terdampak masih memiliki keterbatasan sumber mata air.
"Rata-rata desa yang terdampak memiliki sumber mata air yang minim, bahkan tidak ada. Sumber mata air akan tetap terjaga apabila kawasan di sekitarnya memiliki vegetasi yang lebat. Oleh karena itu, gerakan menanam pohon ini menjadi bagian vital dalam menjaga ketersediaan air tanah," tegas Nurul Azizah.
Selain sebagai sarana konservasi air, gerakan ini juga ditujukan untuk memenuhi target RTH publik sebesar 20 persen sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup guna mewujudkan kawasan yang lebih sehat, asri, dan nyaman bagi warga.
Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya edukasi sejak dini dengan melibatkannya para pelajar dan anggota Pramuka Saka Kalpataru. Diharapkan, kepedulian terhadap kelestarian alam dapat tertanam hingga mereka dewasa.
Pada kesempatan yang sama, Nurul Azizah turut mengajak Desa Pacing untuk menjadi pionir dalam penerapan program lingkungan terpadu SDSB (Satu Desa Satu Bank Sampah) yang digagas oleh DLH Bojonegoro.
"Gerakan ini kita mulai hari ini sebagai bentuk cinta lingkungan melalui program SDSB. Harapannya, sampah tidak lagi menjadi persoalan lingkungan, melainkan dapat dikelola hingga memberikan nilai manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah menekankan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman semata, melainkan pada komitmen pemeliharaan keberlanjutan.
"Keberhasilan gerakan ini ditentukan oleh komitmen kita bersama dalam merawat tanaman hingga tumbuh besar. Jika pohon tumbuh dengan baik, manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang. Kita harus memiliki visi dan semangat yang sama untuk menjaga setiap bibit yang ditanam," tutur Luluk.
Melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, pelajar, dan masyarakat setempat, Pemkab Bojonegoro optimistis gerakan ini dapat memicu kesadaran kolektif dalam menjaga daya dukung lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
89 % |
Puas
6 % |
Cukup Puas
3 % |
Tidak Puas
3 % |