BOJONEGORO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi Lapangan Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 5 hingga 15 Oktober 2026, dengan sasaran sebanyak 117 sekolah yang mengikuti penilaian sebagai calon Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten.
Kegiatan verifikasi dan validasi lapangan ini merupakan bagian dari upaya mendorong terwujudnya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui program Adiwiyata, sekolah diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan, mengelola lingkungan, serta menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Tim penilai terdiri atas unsur Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, pemerhati lingkungan, organisasi nonpemerintah (Non-Governmental Organization/NGO), serta perguruan tinggi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mendukung proses penilaian yang objektif sekaligus memberikan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, terdapat lima aspek utama yang menjadi fokus penilaian, yaitu:
1. Kebersihan dan sanitasi, meliputi kondisi kebersihan lingkungan sekolah serta ketersediaan dan pemeliharaan sarana sanitasi.
2. Pengelolaan sampah, meliputi upaya pengurangan sampah, pemilahan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan sampah di lingkungan sekolah.
3. Keanekaragaman hayati, meliputi upaya pelestarian tanaman, penghijauan, dan pemeliharaan keanekaragaman hayati di lingkungan sekolah.
4. Penghematan dan konservasi energi, meliputi penerapan perilaku hemat energi serta pemanfaatan energi secara bijak.
5. Penghematan dan konservasi air, meliputi penggunaan air secara efisien serta upaya menjaga ketersediaan dan kelestarian sumber daya air.
Melalui verifikasi dan validasi secara langsung, tim penilai dapat melihat kondisi nyata di lapangan, meninjau fasilitas pendukung, serta mengevaluasi penerapan perilaku peduli lingkungan di masing-masing sekolah.
Program Sekolah Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada pemenuhan aspek penilaian, tetapi juga bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan kepada seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga tenaga kependidikan. Pembiasaan perilaku ramah lingkungan diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara berkelanjutan.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro berharap melalui kegiatan ini semakin banyak sekolah yang mampu menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan secara konsisten, inovatif, dan berkesinambungan.
Dengan keterlibatan seluruh warga sekolah serta dukungan berbagai pihak, Program Adiwiyata diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Bojonegoro yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.{wa}
|
|
|
|
|
Sangat Puas
87 % |
Puas
5 % |
Cukup Puas
3 % |
Tidak Puas
5 % |