BOJONEGORO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menjadi narasumber dalam kegiatan GEMA PANGAN (Gerakan Masyarakat Selamatkan Pangan) Food Loss Food Waste Campaign 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Alun-alun Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menyelamatkan pangan dan mengurangi pemborosan makanan. DLH Kabupaten Bojonegoro hadir atas undangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, khususnya sampah sisa makanan.
Dalam kegiatan tersebut, DLH Kabupaten Bojonegoro diwakili oleh Frika Dedi S. dan Aginta Friska dari RnD Realfood Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari SMAN 4 Bojonegoro dan SMKN 4 Bojonegoro sebagai sasaran edukasi untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap penyelamatan pangan dan lingkungan.
Pada sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan food loss dan food waste. Food loss merupakan kehilangan pangan yang terjadi pada tahapan produksi dan penanganan sebelum makanan sampai kepada konsumen. Sementara itu, food waste adalah makanan yang terbuang pada tahap konsumsi, misalnya makanan yang tersisa di piring dan tidak dihabiskan.
Keduanya menimbulkan kerugian, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi ekonomi. Makanan yang terbuang berarti biaya yang telah dikeluarkan untuk memproduksi, mengolah, mendistribusikan, hingga menyajikan makanan menjadi sia-sia.
Selain kerugian ekonomi, sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik juga menambah beban pengelolaan sampah. Hal ini menjadi pengingat bahwa pengurangan sampah perlu dimulai dari sumbernya, termasuk dengan mencegah makanan terbuang.
Melalui kampanye “GEMA PANGAN: Stop Boros Makanan”, para peserta diajak untuk membangun kebiasaan bijak dalam mengonsumsi pangan. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang telah diambil, merencanakan kebutuhan pangan dengan baik, serta mengelola sisa makanan secara tepat.
Partisipasi DLH Kabupaten Bojonegoro dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap pengurangan sampah dan penyelamatan pangan.
Melalui edukasi sejak dini, diharapkan para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi yang bertanggung jawab.{wa}
|
|
|
|
|
Sangat Puas
87 % |
Puas
5 % |
Cukup Puas
3 % |
Tidak Puas
5 % |